25 Desember 2012

Puskesmas dapat USG, Pantaskah?

Senin kemarin, Puskesmas kecamatan Buki Kabupaten Kepulauan Selayar dapat alat bantu diagnostik baru, Basic Ultrasonography. Semua bidan-bidan senang, tapi apa arti USG itu bagi mereka.
Salah satu bidan senior di tempat itu, yang terlihat paling senang dan bersemangat segera minta diajari cara menggunakan USG tersebut kepada teknisi yang mengantar. Tapi kemudian ia terlihat kecewa, sebab Sang Teknisi hanya sekedar mengajarkan cara menyalakan, menjelaskan fungsi-fungsi tombol yang banyak dan membingungkan. Tidak sedikitpun mengenai gambar apa yang terlihat di monitor.
Tentu saja, dia tidak tahu sama sekali. Mungkin, pengetahuan si bidan tentang anatomi manusia malah  akan lebih membantu dirinya sendiri daripada mengharap diajari oleh Pak Teknisi.

Alangkah indahnya memang, kalau Puskesmas punya banyak peralatan canggih, tapi apa artinya tanpa operator yang sanggup menggunakannya? Peralatan tersebut akhirnya akan rusak dan jadilah sia-sia. Pemborosan anggaran. Malah katanya ada USG yang akan dikirim ke Puskesmas Pulau... hampir saja saya tertawa. Soalnya di pulau-pulau Selayar, listrik hanya tersedia sebentar di malam hari dan itupun terbatas dayanya.

Entah, apa dasarnya sehingga proyek pengadaan alat yang sia-sia seperti ini bisa disetujui, tapi proyek-proyek lain yang lebih bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan dan fungsi Puskesmas malah ditolak.

Bagi saya, karena alatnya sudah datang, akan saya jadikan tempat belajar saja. Alhamdulillaah, bisa bermain dengan alat baru. Mudah-mudahan kelak bisa berguna bagi pasien, amiiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanggap