Assalaamu alaikum,
Pertama-tama izinkan saya mengucapkan Selamat memasuki bulan Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin.
Siapa bilang puasa itu enak?
Siapa bilang puasa itu asyik?
Puasa itu melelahkan dan loyo.
Tapi coba rasakan pada saat berbuka. Pada saat haus-hausnya, lalu dibolehkan untuk meneguk es cendol atau buah yang dingin segar. Ma'nyooss.
Saat sahur lebih gila. Baru bangun eh... 15 menit lagi imsak. Terpaksa naik motor beli makanan instan dan makan tanpa selera sama sekali, demi puasa besok.
Lalu setelah shalat subuh, ada yang menghabiskan waktu berjalan-jalan, duduk-duduk di pojok atau malah menantang maut di balapan liar.
Saya tidak peduli bagaimana kita, dengan cara masing-masing melewatkan ramadhan. Namun setiap tahunnya, ramadhan tetaplah bulan yang ditunggu-tunggu.
Wassalam!
Loket362 adalah alamat rumahku. Ini kujadikan judul agar selama menulis--di mana pun--,aku tetap merasa ada di rumah.
25 September 2007
15 September 2007
02 September 2007
Contoh pembuatan aplikasi wireless messaging untuk Posel Nokia seri 40
Bagi teman-teman yang tertarik untuk mengembangkan aplikasi untuk ponsel nokia seri 40, yang berbasis bahasa java, ini merupakan contoh yang bagus. Walaupun tanggal rilis sudah setahun yang lalu, siapa tahu dapatnya baru lewat posting ini kan. Selamat mencoba.
01 September 2007
Sakit Hati
Sudah pernah merasakan sakit hati. Kalo belum, usahakan jangan! Apa anda ingat lagunya Om Meggi Z, "lebih baik sakit gigi daripada sakit hati"? Memang benar sekali apa yang dikatakannya. Menderita sakit pada hati memang terlalu mematikan jika hanya dibandingkan dengan sakit gigi. Penyebab pertama dari sakit hati menurut Janggem adalah sifat iri.
Dalam batas-batas tertentu iri sebenarnya berguna, agar kita bisa mencontoh kebaikan dari orang lain. Kapan iri bisa menyakitkan? Kalau sudah tidak disadari dan tidak terkendali. Kebaikan yang terjadi pada orang lain menjadi sebab kegelisahan, dan seterusnya merusak hati, saat tidak ada lagi orang yang diperbolehkan mendapat kebaikan.
Yang berikutnya adalah dendam. Kalo ada orang lain berbuat kesalahan, tidak mudah dimaafkan, dan akhirnya merusak, bila sudah tidak bisa lagi memaafkan.
Ke-3 adalah sombong. Selalu merasa lebih baik dari orang lain, dan berusaha sekuat tenaga memperlihatkan apa yang dianggapnya lebih baik itu. Menurut Janggem, hati itu memiliki sifat seperti cermin, nah sifat sombong sedikit demi sedikit mengotori cermin itu dan akhirnya memecahkannya. Kalau sudah pecah, apa tidak sakit?
Dalam batas-batas tertentu iri sebenarnya berguna, agar kita bisa mencontoh kebaikan dari orang lain. Kapan iri bisa menyakitkan? Kalau sudah tidak disadari dan tidak terkendali. Kebaikan yang terjadi pada orang lain menjadi sebab kegelisahan, dan seterusnya merusak hati, saat tidak ada lagi orang yang diperbolehkan mendapat kebaikan.
Yang berikutnya adalah dendam. Kalo ada orang lain berbuat kesalahan, tidak mudah dimaafkan, dan akhirnya merusak, bila sudah tidak bisa lagi memaafkan.
Ke-3 adalah sombong. Selalu merasa lebih baik dari orang lain, dan berusaha sekuat tenaga memperlihatkan apa yang dianggapnya lebih baik itu. Menurut Janggem, hati itu memiliki sifat seperti cermin, nah sifat sombong sedikit demi sedikit mengotori cermin itu dan akhirnya memecahkannya. Kalau sudah pecah, apa tidak sakit?
Langganan:
Postingan (Atom)