26 Februari 2008

Dian Sastro: New Kids On The Blog!

Posting ini dibuat pertama kali tanggal 25 Februari 2008. Waktu itu dunia blog lagi booming2 nya dan Dian Sastro juga ikut-ikutan punya blog. Nah, yang saya tampilkan di tulisan ini adalah video yang memuat Dian Sastro, sekarang sudah diremove dari youtube. Karena itu tulisan ini di edit, agar isinya tidak menyesatkan pembaca.

16 Februari 2008

Baru Bangun dari Hypnosis

Baru saja saya dijadikan orang coba praktikum hipnotis sama dr. Rustan Rafael, CHi, CI. di ruang tamu, depan laptop tempat saya menulis entry ini.

Tapi setelah tiga kali diulang (yang dua sebelumnya di Masjid Al-Falah), ternyata tidak bisa tidur dengan dalam. Saya tidak bisa mengikuti instruksi yang diberikan, seperti masuk ke dalam suatu ruangan tertentu dan melakukan hal tertentu di dalamnya.

Menurut dr. Rustan, bawah sadar memegang suatu "nilai" tertentu yang membuat saya tidak bisa di hipnotis dengan maksimal. Atau oleh sebab lain yang belum bisa beliau jelaskan.

Tapi saya toh, tetap merasakan betapa rileksnya tidur dalam pengaruh hipnotis.

Mungkin saya harus belajar juga untuk bisa dihipnotis, sampai saya menemukan password saya sendiri ya?

Bagaimanapun, saya berterimaksih, 5 menit tidur serasa semalaman. Segar rasanya!

Wifi Booster Yang Nyentrik Tapi Kuat

Bang Okto, bang Rustan, Dini Ayo teriak bersama demi masa lalu: "NARSIS looooo!"


Dejavu Mr. JayZ

31 Juli 2006 memang sudah lama berlalu. Hari ini ada Dejavu (hehe biar terdengar keren) tentang momen di tanggal itu.

Pagi-pagi jam 07.00 saya sudah berada di depan ruangan Mr.JayZ, orang paling baik (silahkan untuk tidak setuju dengan saya) di Bagian Ilmu Bedah FK-Unhas, bersama 5 orang veteran Bedah lainnya.

Mr. JayZ begitu sabar mencari (walaupun sambil komat-kamit) data saya di LogBook Bagian. Setelah 15 menit "searching...", akhirnya ditemukanlah fotoku tercatat pada tanggal di atas.
"Susahnya hidup" (Mr.JayZ bergumam).

Hari senin 18 Februari 2008, saya akan kembali beredar di RS Wahidin, Bagian Bedah. Tugas yang tertunda sebelumnya antara lain, membereskan tanda tangan log book, presentasi referat, dan tentu saja, ujian bagian.

Perasaan saya mengatakan, semua akan lancar-lancar saja. Apalagi di sana ada dr. RustyM yang sudah 2 minggu menunggu.

Sekali lagi mohon doa dari semua. Dejavu mi sedengggg!

15 Februari 2008

Alhamdulillah

14 Februari 2008, apa artinya buatku?

Tidak ada yang bertanya padaku, tapi aku akan bercerita.

Aku lulus di THT!

Yup, it's time to move on the next aim, surgery..

Thanks to Allah, my parent, brothers and sister, all my friend and THT-KL residents, and especially dr. Sutji Pratiwi Rahardjo, Sp.THT-KL(K), for all the supports and hand.

12 Februari 2008

Sendal Gulung

Mudah-mudahan

Minggu ujian di THT terasa cukup berat.
Setelah lebih setahun, saya sudah lupa sebagian besar protap (prosedur tetap) di bagian ini.
Namun, umur mungkin tinggal sedikit untuk disia-siakan dengan menunda-nunda ujian lagi.
Kali ini saya akan maju apa adanya. Sudah dua hari ini saya menunggu untuk mendapatkan pasien ujian. Tapi belum beruntung.

Teman-teman di kantin dan Poli tetap mendukung dan memberi semangat.
Saya pun tetap menyemangati diri sendiri, agar tetap komit pada skenario semula.
Setelah ini, masih cukup panjang, sebelum sampai ke titik akhir.

Residen-residen pun terasa sangat membantu di tengah-tengah kesibukan mereka sendiri.
Orang tua, dan adik-adik tidak ketinggalan, dengan dukungan semangatnya.
Saya rasa selain yang saya sebut tadi, saya punya persiapan dan dukungan yang banyak untuk maju menyelesaikan yang satu ini.

Mudah-mudahan bisaji selesai....

06 Februari 2008

Pusing.., mohon doanya ya

Semalam, tidak ada bedanya dengan malam kemarin(beda 2-3 menit ji).
Lambat tidur jadi lambat bangun, tidak sempat sarapan. Tapi kuingat(mi) bawa dompet. Yang parah, saya salah mendatangi rumah sakit, yang harusnya Pelamonia malah ke Wahidin Sudirohusodo. Dengan ingatan (yang salah) bahwa ada pertemuan pagi, saya berkelebat ke ruang pertemuan di bangsal (hyaait..).
Sampai di tujuan, sepi cenderung seram, pasti pertemuan sudah mulai. Saya telpon Octo untuk cek situasi di dalam ruangan, tidak diangkat, lanjut ke Dini baru nyambung.
Agak kaget juga karena suaranya lantang, padahal saya berharap dia pake volume bisik2, ternyata di atas volume percakapan biasa.
Ternyata semua teman langsung ke Pelamonia. Kututup telpon, saya lemas, pasti kena marah lagi..
Saya pun melangkah gontai (nah2 mulai mi sede' sakit jiwanya) ke t4 parkir. Tapi belum separuh jalan, saya belok ke POLI THT. Di sana saya ketemu teman, dan tanya kapan undian penguji di lakukan. "Sudahmi tadi kak", yang adaptasi besok pi. Tiba-tiba saja saya sudah di kantin, sambil minum coffemix sama Warjo yang lagi mau ujian di bagian Mata. Setelah secangkir, sambung sebatang, saya akhirnya menuju t4 parkir. Warjo yang bayar minumnya. Saya tidak berniat buru-buru ke Pelamonia, saya sudah pasrah.
Di usir pulang juga saya akan terima. Saya ambil jalan lewat pintu I, ternyata danau unhas meluap memotong jalan. Motorku akhirnya mendapat kesempatan mandi.
Sepanjang jalan, kecepatan 40-60 km/jam. Tiba di Pela jam 10.30an. Mencoba pintu samping, no luck. Terpaksa jujur lewat pintu depan. Kedapatan sama dr. Paulus, tapi dia bisa mengerti (piewff..). Ikut kegiatan seperti kemarin. Jam 12, balik lagi ke Wahidin. Pembacaan sampai jam 16.30. Sampai rumah jam 22an. Sebelumnya tersangkut di mana ya?...

04 Februari 2008

Beri aku kesempatan kedua Anniva

Kau yang pernah mengetuk hatiku
Yang tiba-tiba jadi kalem hanya untukku
Menyelamatkanku dari masa lalu
Kau mengerti diriku
Pengorbananmu tidak pernah kuanggap angin lalu
Air matamu masih membasahi juga hatiku
Bukan sulap bukan sihir semua ini
Wajahku tidak ayu dan lugu, dan tidak pakai topeng
Kita bisa kok bertiga dengannya
Selama kau beri segalanya
Terima aku kembali
Akan kutebus yang pernah kuambil (aku bukan pencuri)
Maulah lagi
Pedulilah, aku mencarimu lagi
Berikan kesempatan kedua
Karena saat itu aku belum mengenal cinta (sejati)

Buat Anniva

Kembali ke Pelamonia

Masih ngantuk2nya.
Habis begadang sampai menjelang subuh, hari ini saya terbangun jam 7.30an.
Sholat subuh ke(pagi)siang-an. Begitu hp diaktifkan masuk sms mengingatkan adaptasi pekan ke 2 di THT, saya yang pegang surat, padahal 2 teman yang lain sudah ada di sana, mungkin sejak tadi. Sambil menghabiskan sebatang, menyeterika kemeja, menyiapkan pakaian biru, dan tunggu Arbi pulang bawa sesuatu untuk dihantam(makan).
Jam 8an mandi, dan baru berangkat jam 8.15an, itupun dengan melupakan dompet, berisi uang, identitas, dan surat2 kendaraan.
Sampai di jalan Pettarani, jarum indikator bensin sudah di bawah merah, terpaksa singgah di pump, untung ada 20rban di kantong. Macet lumayan menjadi halangan, 39 menit (ya, saya pasang stopwatch) kemudian baru tiba. Sekedar info, rekor tercepatku Rumah2PELAMONIA adalah 14 menit.
Anak2 (sesama adaptasi) sudah menunggu dari tadi. Merasa bersalah, sekali! Tapi mau apa lagi, segera saja kami menghadap ke KaRUMKIT. Setelah itu, kegiatan berjalan seperti biasa.

Tidak seperti kekhawatiran saya selama di perjalanan (bakal kena marah).
Jam 11an Arby menelpon, Ratih sudah selesai ujian komprehensif dengan nilai sangat memuaskan. Selamat ya!
Sekarang sudah jam 13.10, pasien sudah tidak ada, tinggal tunggu izin dan hujan reda, lalu cabut!

Saya stase pertama kali di THT Pelamonia tanggal 1 januari 2007. Jadi sudah setahun sebulan 3 hari saya tinggal, tidak apa2ji kalo jadi o on lagi.

01 Februari 2008

Ilham presented: subdural empyema post chemoradiotherapy(crt) for nasopharyngeal Ca

The workup showed klebsiella pneumonie in blood identical with the urine culture. Statistic data revealed 5% gram negative rods, 95% staph, strepto or anaerobes as causative agent. Hematogenous seeding is suspected, facilitated by lowered immunity, damaged mucosal integrity, blood-brain barrier, lymphatics integrity of the head due to the crt. Early symptom alarming this developing complication is persistent drowsiness.

Reminder

Open internet access point around rektorat building closed early by
22.30 last night.

Priceless

Sepuluh hal tak ternilai dalam hidup(ku):
0. Temon(ku),
1. Kesehatan(ku),
2. Kemerdekaan(ku),
3. Udara(ku),
4. Matahari(ku),
5. Tanah Air(ku),
6. Pikiran(ku)
7. (ku)
8. (ku)
9. (ku)

Legal notice:
Daftar ini tidak untuk diperjualbelikan. Dapat berubah-ubah, baik isi maupun urutannya sesuai keinginan(ku), tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Usahakan tidak usah nyontek punya(ku), carilah sendiri (10) hal-hal tak ternilaimu.
Namun satu yang paling bernilai dalam hidup(ku), uang(ku).

Sebenarnya Berjudul "Sariawan dan Tidur Pagi" tapi...

Take I, action!
Ini sebenarnya masih oleh-oleh dari Selayar. Di feri ada pasien dadakan (yang tidak perlu kita ketahui namanya) bertanya pada saya tentang hubungan sariawan kambuhan dan tidur pagi. (Cut..cut)

Otak saya langsung bereaksi(tumben, mengingat di tulisan sevelumnya dia lambat loading), karena ini merupakan format judul skripsi yang sering saya baca di buku wisuda.
Kalo rumus umum persamaan linear itu: ax + b = y(pelajaran SMP kelas I) maka
rumus umum untuk judul skripsi dibuku wisuda unhas adalah:
Hubungan antara(required) + kata benda(required) + dengan(a must) + kata benda(required) + variasi(namanya juga variasi, Optional-lah) + keterangan tempat (Optional) + keterangan waktu (Optional)

Nah, kalo ini extravaganza pasti ada contohnya, tapi walaupun ini bukan, saya tetap akan memberi contoh.

Contoh soal:
Buatlah judul skripsi menggunakan kata-kata "blog" dan "gila.
Jawab:
Diketahui,
kata benda I: blog
kata benda II: gila
variasi: isi, seorang, blogger (terserah saya)
keterangan tempat: blogger.com
keterangan waktu: tahun 2008
rumus umum skripsi seperti di atas.
Dengan menggunakan metode substitusi, didapatkan judul:
Hubungan antara isi blog seorang blogger dengan ke-gila-an blogger yang menulisnya di blogger.com pada tahun 2008 (bgd_music= “tadaa...wav”)

Take II, action!
Saya lalu kebingungan juga (Oo, ternyata masih lambat), antara mau "ngecap" atau "ngibul" kan sama saja. Sebagai manusia yang belajar, terutama mengenai penyakit, seharusnya saya bisa menjawab pertanyaan seperti ini dengan mudah.
Namun, (seperti kata Serius band) aku juga manusiaaa....
Saya lalu memilih untuk bertanya balik, sambil berusaha me-recall, sapa tau ada jawaban yang tersimpan di memori jangka panjang saya: "Sebenarnya yang kambuhan tidur pagi ato sariawannya Pak" (Saya pasti makin bodoh saja, tampaknya si Pasien mencibir dalam hati, "huh, mahasiswa macam apa kau?", tapi saya tetap tersenyum--Ikut-ikutan sama Padi, atau terdoktrin sama lagunya dewa: hadapi dengan senyuman).

Si Pasien menjawab: "ya, biasanya, sariawan muncul kalo saya tidur pagi." (Saya makin bingung, "sariawan" ini sebenarnya penyakit atau nama salah seorang tantenya dia, ngapain juga dia muncul pagi-pagi, bukan siang, ato malam, ato kalo tidak kenapa tidak subuh sekalian)

Lalu saya mulai ingat: "Seingat saya pak, sariawan itu bisa terjadi karena ada diskontinuitas epitel mukosa mulut (ya ilah, diksinya dong, biar pasien bingung) yang bisa terjadi karena berbagai sebab(yang sebagian besar, saya sudah lupa). Namun, saya rasa tidur pagi, tidak termasuk salah satu di antaranya. Saya tidak berani bilang kalo tidak ada hubungannya antara tidur pagi dan sariawan atau sebaliknya. Untuk bisa mengatakan seperti itu, saya harus mengadakan studi klinis, double-blinded, randomized, dan bersifat prospektif, Pak. ("nyahoo loh", pasti si pasien menganga dalam hati, akhirnya saya memilih AsBun, masih sinonimnya ngecap ato ngibul, namun kedengaran lebih intelek, hehe)

Si pasien sigap: "Ooo, jadi tidak tahu ya?"(.. damn, he got the nail on the head!, dia simple and stupid juga)

Saya terpaksa mengaku: "Mungkin juga belum ada yang tau, Pak(dengan sedikit self-defence mechanism). Sebenarnya Pak, sariawan itu bagiannya dokter GIGI(tapi Arman Maulana sudah pernah nyanyi lagu 'Sariawan', apa belum ya? Yang saya ingat lagunya hanya tentang, pusing, panas, kepala, melayang dan janji, tapi ya sudahlah), mereka mempelajari mulut dengan sangat mendalam. Tapi saya tahu obat sariawan itu Albotil dan vitamin C. Jadi coba bapak pakai deh!"

Si pasien: "Bukan obatnya , tapi hubungannya dengan tidur pagi! Kalo yang obat, saya sudah gunakan selama ini."

Si saya: "Kerusakan epitel bisa disebabkan oleh trauma, bisa karena infeksi atau proses inflamasi non-infeksi. Nah, trauma bisa macam-macam lagi. Bisa trauma mekanis, misalnya tertusuk bulu sikat gigi (karena terbuat dari kawat), ato trauma kimia asam atau basa, misalnya minum air aki (secara tidak sengaja waktu tambal ban lagi haus-hausnya), atau minum bayclean (waktu sedang mengelantang baju, tiba-tiba terpikir untuk melakukan sedikit eksperimen gila, sapa tau hipotesis: “gigi bisa jadi lebih putih oleh bayclean” terbukti), bisa trauma bakar(tidak terbayang bagaimana bisa terjadi, mungkin ada yang menyangka mulutnya asbak terus buang kompor ke dalamnya), bisa trauma dingin (waktu di ruang operasi liat liquid-nitrogen dikiranya mouth-fresher) dan sebagainya.
Kalo karena infeksi, ya, bisa bakteri, bisa virus, jamur, parasit, macam2 juga Pak.
Kalo karena inflamasi steril, mungkin karena gangguan gizi, ato penyakit autoimun, sehingga pergantian (roll-over) epitelnya jadi tidak berkesinambungan. Dan seperti kopi-kopi instan yang beredar di pasaran atau kebijakan tol di Jakarta, ada yang 3 in 1 juga Pak, ketiganya bisa terjadi secara bersamaan.(Si Pasien: manggut2) Tidur pagi bisa menyebabkan trauma, misalnya kalo dilakukan sambil sikat gigi, bisa menyebabkan infeksi kalo tidurnya sambil mengulum mangga bonyok yang sudah 3 hari jatuh ke tanah, bisa juga jadi kekurangan gizi, misalnya karena tidur pagi sambil tidak makan 1 minggu, iya kan Pak. (Saya merasa sangat cerdas!) Tapi, seperti saya sudah katakan tadi, ini masih perlu dibuktikan lewat riset. Untuk sementara, saya hanya bisa mengemukakan kemungkinan-kemungkinan saja. Tapi saya akan bicarakan ini ke teman-teman saya (saya telah menepatinya), siapa tahu sudah ada yang bisa menjawab dengan tegas.” (Cut!)

Cerita kemudian berlanjut tak tentu arah, saya terlanjur bangga, senyum kemenangan(ato ketololan) tidak bisa hilang sampai feri berlabuh di Bira.

Maafkan: Terlalu banyak kalimat dalam kurung, ini demi menguatkan suasana, juga agar nantinya adaptasi ke layar lebar jadi lebih mudah. (ya ngaak Mas Kurnain!). Thanks, buat halfian dan sira yang selama ini setia mengomentari apapun yang saya posting di sini. Thanks juga buat 2 teman baru saya, Idays (katanya rumah saya sepi, nanti kita akan bikin riset cross-section tentang itu) dan kurnain.
Tulislah sebebas-bebasnya, kebebasan tidak ternilai(setidaknya tidak dengan billing warnet), Mell Gibson (brave heart) rela mati untuk mendapatkan, Robin Williams (judul filmnya lupa) membeli kebebasannya sebagai robot kemudian menjadi manusia dengan seluruh harta yang ada, lalu kenapa untuk berhadapan dengan nyamuk-nyamuk rektorat saja saya harus takut!

Blogging subuh

Penting mana, ngurus blog, apa sholat subuh?..bye