28 Maret 2012

Nenek Hipertensi

Tadi pagi, sekitar jam 6 ada telpon dari seorang keluarga yang meminta saya datang untuk memeriksa nenek di kampung. Katanya kemarin, dia jatuh ke belakang saat hendak berwudhlu untuk sholat dzuhur. Karena tidak di rumah, saya buru-buru pulang untuk mengambil alat dan segera meluncur ke rumah nenek.

Sampai di sana, nenek tengah duduk di serambi bersama om dan tante. Mereka tampaknya telah menunggu dari tadi. Saya masuk halaman, naik tangga dan memberi salam. Om dan tante berdiri menyambut. Saya diajak masuk ke rumah. Jadi saya minta nenek di ajak masuk juga. Pelan-pelan nenek bangkit dari duduknya dan beranjak masuk. Saya minta nenek duduk di samping saya, di atas sofa.

Saya kemudian bertanya, nenek kenapa. Nenek menjawab, kadang-kadang dia merasa berputar-putar sangat cepat, perasaannya sangat tidak enak. Kata nenek mulainya baru kemarin. Hmmmm

Saya kemudian meraba nadinya, cepat dan kuat. Mungkin hipertensi. Coba ukur tekanan darahnya, benar 210/80 mmHg. Nenek saya anjurkan baring, lalu saya menulis resep. Om pergi menebus resep itu, dan saya menunggu. Rencananya setelah minum obat saya ingin melihat berapa tekanan darahnya.

Setelah obatnya datang, nenek minum obat. Lima belas menit kemudian, saya ukur lagi tekanan darahnya sudah turun menjadi 170/80 mmHg. Saya coba bertanya lebih jauh. Beberapa hari ini, nenek makannya apa saja? Nenek bilang ikan asin yang banyak. Katanya dia goreng sendiri, sebab anaknya melarang. Penglihatan yang berputar saat bangkit dari posisi tidur, atau hendak berbaring pun sudah lama nenek rasakan, tapi dalam intensitas yang jauh lebih rendah dari sekarang. Nenek orang keras hati, selama dia masih bisa bangun, dia bangun dan pergi berjualan ke pasar, walaupun merasa pusing.

Teman-teman, sekali lagi terbukti. Karena tidak peduli dengan gejala-gejala ringan, akhirnya baru sadar kalau tekanan darahnya sudah sangat tinggi. Ini karena nenek mengabaikan perubahan-perubahan yang ia rasakan pada tubuhnya. Seandainya saja nenek rajin kontrol ke Puskesmas atau dokter, tekanan darahnya bisa dikendalikan.

2 komentar:

  1. terlalu banyak makan yang asin2 katanya jg bs menyebabkan tensi darah naik ya sob?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali sob.. karenanya langkah awal untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi yang belum mengalami komplikasi adalah dengan perubahan pola hidup, salah satunya adalah mengurangi makan yang asin-asin itu. Terima kasih telah bertanya :)

      Hapus

Tanggap